Artikel Umum Berita

Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Unila Dukung Kemandirian Petani Bawang Merah di Pesawaran melalui Program Pengabdian Masyarakat

Pesawaran, 29 Januari 2025 — Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian petani dan ketahanan pangan lokal melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar di Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran pada Rabu, 29 Januari 2025.

Dengan mengangkat tema “Penguatan Sistem Agribisnis Bawang Merah: Mewujudkan Kemandirian Petani dan Ketahanan Pangan Lokal,” kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani bawang merah melalui pemahaman menyeluruh terhadap sistem agribisnis dari hulu hingga hilir.

Tim pelaksana kegiatan berasal dari Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Unila, terdiri atas:

  • Dr. Teguh Endaryanto, S.P., M.Si.
  • Ir. Adia Nugraha, M.S.
  • Firdasari, S.P., M.E.P., Ph.D.
  • Amanda Putra Seta, S.P., M.P.

Dalam sesi pemaparan, tim membahas berbagai aspek penting dalam pengembangan agribisnis bawang merah, seperti:

  • Penyediaan benih unggul,
  • Teknik budidaya modern,
  • Pengelolaan pascapanen,
  • Strategi pemasaran,
  • Peran kelembagaan petani dalam membangun ekosistem agribisnis yang berdaya saing.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para petani yang saat ini tengah melakukan panen bawang merah dan bersiap untuk masa tanam berikutnya, khususnya dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Harga bawang merah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp24.000,-/kg, yang menjadi salah satu indikator penting bagi keberlanjutan usaha tani mereka.

Acara juga dihadiri oleh Ketua Gapoktan Desa Sukadadi, Bapak Sutikno, dan Penyuluh Pertanian Lapangan, Ibu Vitta Herina, yang turut memberikan pandangan tentang kondisi aktual pertanian bawang merah di wilayah tersebut. Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah diskusi interaktif antara petani dan narasumber, membahas tantangan yang dihadapi petani seperti fluktuasi harga, ketersediaan benih unggul, serta keterbatasan sarana pascapanen.

Dalam sambutannya, Bapak Sutikno menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi program ini. Dengan adanya pengabdian kepada masyarakat dari akademisi dan praktisi, kami para petani dapat memahami bagaimana mengelola pertanian bawang merah secara lebih efisien dan meningkatkan hasil panen kami,” ujarnya.

Para petani juga menyampaikan aspirasi dan harapan kepada pemerintah dan pihak terkait, seperti:

  • Bantuan benih unggul berkualitas,
  • Alat pengering bawang merah untuk memperpanjang daya simpan,
  • Fasilitas penyimpanan sementara sebelum penjualan ke pasar.

Langkah-langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir kerugian akibat penurunan harga saat panen raya dan menjaga kualitas produk pertanian.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian Unila berharap para petani di Desa Sukadadi dapat mengembangkan strategi agribisnis yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing produk, dan turut memperkuat ketahanan pangan lokal. Di akhir acara, dilakukan serah terima dukungan teknis kepada kelompok tani sebagai simbol sinergi antara akademisi, petani, dan pemerintah dalam membangun sektor pertanian yang adaptif dan maju.