Menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus pengusaha bukanlah hal yang mudah. Namun, Cahya Dwi Saputra, mahasiswa Jurusan Agribisnis FP Universitas Lampung angkatan 2021, membuktikan bahwa hal tersebut dapat dilakukan dengan baik. Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kewirausahaan, ia berhasil membangun dan mengembangkan bisnis kuliner Yoikii Food, yang kini semakin dikenal di kalangan mahasiswa.
Cahya mulai menapaki dunia bisnis ketika mengikuti program MBKM Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek pada tahun 2023, saat ia berada di semester lima. Program ini memberikan dukungan dana bagi mahasiswa yang memiliki semangat berwirausaha, khususnya di bidang agribisnis. Berbekal pengalaman dari program tersebut, Cahya semakin percaya diri untuk mendirikan bisnisnya sendiri.
Yoikii Food menawarkan berbagai camilan populer di kalangan mahasiswa, seperti tahu bulat, sotong, cireng, dan produk inovatif ciptaannya, yaitu cipuk (aci kerupuk). Berkat kegigihannya dalam mengembangkan usaha, bisnis ini kini memiliki dua cabang dengan omzet yang mencapai belasan juta rupiah per bulan.
Menurut Cahya, program MBKM bukan hanya sekadar ajang pembelajaran akademik, tetapi juga pengalaman nyata dalam dunia bisnis. Ia mengungkapkan bahwa program ini memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya dalam berwirausaha. “Saya memang memiliki ketertarikan di bidang bisnis sejak sebelum kuliah, dan MBKM menjadi wadah yang tepat untuk mendukung impian saya sebagai pengusaha muda,” ujarnya.
Meskipun perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus, Cahya terus beradaptasi dan belajar dari tantangan yang dihadapinya. Awalnya, ia kesulitan membagi waktu antara kuliah dan usaha, bahkan sering kali mengorbankan waktu istirahatnya. Namun, dengan manajemen yang baik dan ilmu yang diperoleh dari MBKM, kini ia mampu mengelola bisnisnya lebih efektif, bahkan telah memiliki karyawan untuk membantu operasional usaha.
Dalam upayanya memajukan Yoikii Food, Cahya juga memanfaatkan pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan grup WhatsApp. Ia terus melakukan inovasi dalam produknya, memastikan kualitas terbaik bagi pelanggan, serta selalu membuka diri terhadap masukan untuk perbaikan.
Sebagai mahasiswa yang sukses merintis usaha sejak di bangku kuliah, Cahya ingin menginspirasi rekan-rekannya untuk berani mengambil langkah pertama dalam berbisnis. “Jangan terlalu banyak berpikir, cukup mulai saja dulu. Dari sana, kita akan belajar dan berkembang,” pesannya kepada mahasiswa lain yang ingin terjun ke dunia kewirausahaan.
Kisah Cahya membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya bisa sukses di bidang akademik, tetapi juga mampu menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan ketekunan dan strategi yang tepat, meraih kesuksesan sebagai pengusaha muda bukanlah sesuatu yang mustahil.



