SEMINAR REVOLUSI AGRIBISNIS MINYAK SAWIT INDONESIA DAN TANTANGAN PERSAINGAN MINYAK NABATI GLOBAL

Fakultas Pertanian Universitas Lampung bekerjasama dengan  Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Insitute (PASPI) didukung oleh  Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Komda Lampung dan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (Himaca) Fakultas Pertanian Universitas Lampung menyelenggarakan Seminar Revolusi Agribisnis Minyak Sawit Indonesia dan Tantangan Persaingan Minyak Nabati Global di Aula Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Selasa (15/5/2018).

Ketua Program Studi Magister Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung, sekaligus sebagai Ketua Umum Perhepi Komda Lampung Bapak Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S. melaporkan pelaksanaan kegiatan seminar. Seminar ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas  Pertanian Universitas Lampung Bapak Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si. Seminar ini juga dihadiri oleh Direktur Eksekutif PASPI Dr. Ir. Tungkot Sipayung, Ketua Jurusan Agribisnis Ibu Dr. Ir. Fembriarti Erry Prasmatiwi, M.P., Bapak/Ibu Dosen di Lingkungan FP Unila, pengurus dan anggota Perhepi Komda Lampung, pengurus Himaca FP Unila, mahasiswa program magister dan doktor di lingkungan FP Unila  beserta tamu undangan lainnya.Pada seminar ini, Bapak Dr. Ir. Tungkot Sipayung selaku Direktur Eksekutif PASPI memaparkan secara singkat tentang Revolusi Agribisnis Minyak Sawit Indonesia dan Tantangan Persaingan Minyak Nabati Global. Acara ini dimoderatori oleh Ketua PS Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung Bapak Dr. Teguh Endaryanto, S.P., M.Si. Narasumber sebagai Pembahas/Pembanding dalam seminar ini yaitu :

  1. Bapak Ir. R. Hanung Ismono, M.P. mewakili Perhepi Pusat dengan topik Kondisi Sosial Ekonomi Pengusahaan Kelapa Sawit di Provinsi Lampung.
  2. Bapak Dr. Ir. Muhammad Irfan Affandi, M.Si. Dosen Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung dengan topik Strategi Pengembangan Klaster Agroindustri Kelapa Sawit Untuk Meningkatkan Daya Saing.
  3. Bapak Dr. Agus Haryanto Ketua Jurusan Teknik Pertanian FP Unila dan Bapak Prof. Udin Hasanudin dengan topik Limbah Pabrik Kelapa Sawit: Potensi Pemanfaatan.
  4. Bapak Prof. Udin Hasanudin dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomassa Tropika Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lampung dengan topik Aspek Industri dan Lingkungan Agribisnis Minyak Sawit Indonesia dan Tantangan Persaingan Minyak Nabati Global.
  5. Bapak Dr. Kukuh Setiawan, Dosen Jurusan Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Lampung dengan topik Perkembangan Breeding dan Performan Hibrida DxP di Berbagai Lokasi: Pengalaman Pribadi di Oil Palm Research Station.
  6. Bapak Dr. Ir. Rusdi Evizal, M.S., Dosen Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung dengan topik Replanting Sawit Rakyat: Perspektif Etno-Agronomi.
  7. Bapak Dr. A. Zoelkarnaen R. selaku Kabid Iptek Balitbangda Provinsi Lampung dengan topik Potensi Pengembangan Industri Kelapa Sawit Lampung.
  8. Bapak Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S. selaku Ketua Program Studi Magister Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung, sekaligus sebagai Ketua Umum Perhepi Komda Lampung dengan topik Penguatan Kelembagaan Agribisnis Sawit.

Rumusan, refleksi, dan tindak lanjut dari Seminar Revolusi Agribisnis Minyak Sawit Indonesia Dan Tantangan Persaingan Minyak Nabati Global ini disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Bapak Dr. Ir. M. Irfan Affandi, M.Si. Hadirnya agribisnis minyak sawit Indonesia sebagai aktor penting dalam pasar minyak nabati dunia tampaknya menimbulkan guncangan, khususnya bagi negara-negara produsen minyak nabati utama dunia yakni Amerika Serikat (minyak kedelai) dan Eropa (minyak rapeseed dan minyak bunga matahari). Bentuk guncangan tersebut antara lain diwujudkan dalam bentuk kampanye negatif dan hambatan perdagangan minyak sawit. Berbagai isu ekonomi, sosial dan ekologis digunakan untuk membangun citra buruk dan memojokan minyak sawit. Tindak lanjut seminar bagi pemangku kebijakan dan dana usaha yaitu :

  1. Meningkatkan produktivitas kelapa sawit melalui perbaikan teknologi, peremajaan kelapa sawit,
  2. Mendorong berkembangnya hilirisasi industri kelapa sawit.
  3. Mendorong penerapan pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
  4. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam agribisnis paradigma global kelapa sawit.

Tindak lanjut bagi pemangku kepentingan pemerintah pusat ;

  1. Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.
  2. Pemerintah daerah seperti Dinas Perkebunan dan Diskoperindag.
  3. Dunia usaha : Kadin, GAPKI, dan lain-lain.

Tindak lajut bagi perguruan tinggi dan lembaga penelitian :

  1. Melakukan kegiatan penelitian untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit, melalui perbaikan teknologi pembenihan, budidaya, panen, pascapanen, pengolahan hasil, pengolahan limbah, dan lain-lain. Sumber dana dapat diperoleh dari Kementerian Ristekdikti, BPDP Kelapa Sawit, Badan Litbang Penelitian.
  2. Melahirkan inovasi-inovasi baru pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
  3. Menciptakan model-model pengembangan rantai nilai produk, rantai pasok, kemitraan atau hubungan korporasi dengan petani kelapa sawit atau plasma.
  4. Mengembangkan jejaring penelitian di bidang perkelapasawitan guna mengoptimalkan sumber daya dan dana.

 

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.