Daily Archives: January 13, 2018

FAPERTA BERKARYA : DIVERSIFIKASI PANGAN MENUJU KEDAULATAN PANGAN

Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) bekerjasama dengan Radar Lampung mengutus Ibu Dr. Ir. Kordiyana K. Rangga, M.S. (Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian), Ibu Dr. Ir. Wuryaningsih Dwi Sayekti, M.S. (Kepala Laboratorium Manajemen Usaha dan Sumberdaya Keluarga), dan Dr. Samsu Udayana Nurdin, STP., M.Si. (Dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian) untuk mengisi acara FAPERTA BERKARYA dengan tema “Diversifikasi Pangan Menuju Kedaulatan Pangan” di Radar Lampung Televisi (02/11/2017).

WORKSHOP WIRATANI MUDA UBIKAYU KEREN “MASALAH DAN SOLUSINYA”

Dalam rangka memeriahkan Ulang Tahun Fakultas Pertania Universitas Lampung ke-44 tahun 2017, Fakultas Pertanian Universitas Lampung bersama dengan Program Studi Magister Agribisnis, Institut Pertanian Bogor, dan PERHEPI Komda Lampung mengadakan Workshop yang bertemakan “Wiratani Muda Ubikayu Keren “Masalah dan Solusinya” di Aula Fakultas Pertanian Unila (22/11/2017).  Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bapak Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si.

FOCUS GRUP DISCUSSION (FGD) PRE CONFERENCE UBI KAYU LAMPUNG

PERHEPI Komda Lampung bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lampung  dan Insitut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan FGD Pre Conference Ubi Kayu Lampung dengan tema “Membangun Agribisnis Ubikayu Lampung yang Inklusif,  Berdaya Saing dan Berkeadilan” bertempat di Ruang Sidang Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Lampung (22/11/2017).

FGD dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Unila yang diwakili oleh Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Bapak Dr. Ir. Abdullah Aman Damai, M.Si. Selanjutnya acara dimoderatori oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S. selaku ketua PERHEPI Komda Lampung sekaligus sebagai Ketua PS Magister Agribisnis Unila dan juga pakar di bidang ubi kayu dari sisi sosial ekonomi. Pada kalimat pembuka diskusi beliau menyampaikan “Bagaimana membangun Agribisnis Ubikayu Lampung yang Inklusif,  Berdaya Saing dan Berkeadilan.  Inklusif  berarti semua pihak terlibat dalam sistem ubi kayu. Berdaya saing berarti menghasilkan turunan ubi kayu, berkiprah dalam pengembangan ubu kayu di dunia.  Sedangkan Adil mengandung arti agar terjadi kekompakan dan gotong royong dalam mengembangkan ubi kayu.

Ketua Program Studi Magister Agribisnis FP Unila mengisi ACARA FAPERTA BERKARYA Live On RADAR TV

Program acara FAPERTA BERKARYA  Live On  Radar Lampung Televisi bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lampung diisi oleh Ketua Program Studi Magister Agribisnis (Bapak Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S.), Ketua Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (Ibu Ir. Susilawati., M.S.) dan Dosen Fakultas Pertanian Unila (Bapak Dr. Ir. Erwin Yuliadi, M.Sc.) selaku ahli ilmu bidang Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, hadir dengan tema “Hilirisasi Pertanian Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Pertanian” (07/12/2017). Topik ini sangat menarik karena membahas produk-produk pertanian yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan dapat meningkatkan daya saing produk. khususnya pada ubikayu yang merupakan salah satu produk unggulan dan bahan baku industri yang ada di Provinsi Lampung.

Saat ini, masih banyak petani yang melakukan budidaya ubikayu secara konvensional. Petani masih menggunakan bibit dari tanaman yang terdahulu. Petani juga tidak memperhatikan jarak tanam. Petani juga tidak memperhatikan cara dan waktu pemupukan yang tepat. Waktu panen ubikayu juga dirasa terlalu cepat, sehingga ubikayu yang dihasilkan memiliki kadar pati yang rendah. Hal ini dikarenakan petani ingin segera memperoleh keuntungan mengingat banyaknya kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi. Sebagai akibatnya, pabrik tapioka akan memberikan harga yang kurang memuaskan. Cara panen yang dilakukan oleh petani juga masih banyak meninggalkan umbi di dalam tanah. Sebagai akibatnya, kuantitas dan kualitas ubikayu yang dihasilkan menjadi rendah. Di lain pihak, industri yang menggunakan ubikayu sebagai bahan baku menuntut kuantitas dan kualitas ubikayu. Masih banyak pabrik tapioka yang beroperasi jauh di bawah kapasitas pabrik, karena ketidakcukupan suplai bahan baku.

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.