DOSEN JURUSAN AGRIBISNIS LIVE SHOW DI TVRI LAMPUNG DENGAN TEMA PENGUATAN KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PERDESAAN

Sehubungan dengan adanya kerjasama antara Fakultas Pertanian Universitas Lampung dengan TVRI Lampung, dalam hal ini Jurusan Agribisnis diberikan kesempatan untuk mengisi pemberitaan seputar pertanian pada program khusus live show “Fokus Publik” di TVRI dengan tema Penguatan Kelembagaan Agribisnis Perdesaan, Jumat 17 maret 2017 pukul 16.00 WIB dengan narasumber ibu Dr. Ir. Dyah Aring Hepiana Lestari, M.Si., bapak Dr. Ir. Sudarma Widjaya, M.S., dan bapak Dr. Ir. Tubagus Hasanuddin, M.S. Nonton bersama juga diadakan untuk para mahasiswa dan dosen Jurusan Agribisnis di Ruang Rapat Jurusan Agribisnis FP Unila. Selain untuk menambah pengetahuan masyarakat, hal semacam ini juga bermanfaat untuk menambah pengetahuan mahasiswa dan dosen.

Elemen kelembagaan agribisnis merupakan salah satu elemen penting dalam upaya peningkatan keterampilan dan perbaikan kemampuan produksi petani.  Sejauh ini upaya peningkatan produksi pertanian senantiasa dikaitkan dengan penerapan dan jenis teknologi yang dinilai sesuai dengan tujuan produksi, padahal peran kelembagaan dan lembaga pertanian dalam proses penyebaran dan adopsi-inovasi teknologi pertanian sangat kuat dampaknya. Lebih jauh lagi pada hierarki sosial tertentu, proses penyaluran informasi dan teknologi tidak dapat dilepaskan dari eksistensi dan peran kelembagaan dan situasi sosial tertentu.

Kelembagaan yang banyak dikoordinasikan dengan maksud mencapai tujuan bersama ialah pembinaan dalam rangka pemberdayaan koperasi, pengusaha kecil dalam setiap subsistem agribisnis melalui program KUT, kredit pengadaan pangan melalui KUD, dll.  Lembaga pasar dan pemasaran untuk hasil pertanian juga penting dalam mendukung penguatan harga produk.  Kelembagaan pendukung sektor pertanian di pedesaan dapat bersifat formal (yang disponsori dan dibantu dananya oleh pemerintah  untuk memberdayakan petani secara berkelompok) dan nonformal (yang terbentuk sebagai jawaban atas tuntutan kebutuhan aktual).

Dalam upaya restrukturisasi pola kemitraan kelembagaan pedesaan di tingkat petani sebagai pelaku utama proses produksi pertanian berwawasan agribisnis diperlukan strategi  pengembangan dan pemberdayaan komponen kelembagaan agribisnis secara lengkap dalam tiap subsistem agribisnis. Kelembagaan yang mampu tumbuh dan berkembang adalah kelembagaan komersial lokal yang berfungsi ganda. Dengan kata lain, kelembagaan yang mampu berkembang sesuai dengan kondisi lokal adalah kelembagaan multi fungsi yang luwes.

 

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.